Archive for the ‘Tentang Mati’ Category

Tentang Mati…

Tuesday, June 3rd, 2008

Mati… Banyak orang mentabukan membahas mati dan kematian, karena kita tidak tahu apa yang terjadi setelah mati. Sesuatu yang kita (baca: aku) tidak ketahui selalu menimbulkan rasa takut dan tidak percaya diri. Apalagi ditambah dengan ”cerita-cerita” mengenai mati yang bagaikan film horor tak berkesudahan.

Segala siksaan yang dirancang sedemikian canggih, bahkan katanya tak terpikirkan otak manusia akan ada di ”dunia sana” dalam paket lengkap. Biarpun diimbangi dengan bumbu manis bahwa di ”dunia sana” juga menanti sebuah tempat yang menjanjikan begitu banyak kenikmatan, pun hingga yang tak terpikirkan oleh otak manusia. Namun, semua manusia (baca: aku) pasti terfokus pada siksaan yang mengerikan, karena di lubuk hati yang paling dalam, mereka (baca: aku) mengakui pernah bahkan masih melakukan ”dosa” hingga saat ini dan mungkin di masa yang akan datang.

Dulu, aku pernah takut akan mati… Membuatku ”menyogok tuhan” agar menganulir kematianku, hingga menghujat dan memurkainya karena merasa diberi takdir yang tidak adil. Aku putus harapan, karena merasa belum merasakan banyak hal, merasa masih banyak ”tugas” yang belum terlaksanakan, tidak rela meninggalkan orang-orang yang aku cintai, dan yang pasti, masih kerasan tinggal di dunia yang penuh gemerlap.

Kemudian aku banyak merenung, berpikir, mencoba memaknai setiap detik mengenai hidup dan mati. Hingga sampai pada suatu titik kesimpulan. Mengapa aku harus takut mati? Toh mati hanyalah sebuah fase dari adanya hidup. Semua makhluk yang memiliki hidup niscaya akan mati, hanya soal waktu.

Bila waktuku memang sudah ditentukan hingga saat tertentu, artinya saat itu tugasku telah selesai… Aku pun tak perlu mengkhawatirkan orang-orang yang akan aku tinggalkan kelak, karena seiring waktu aku akan terlupakan. Mengenai apa yang terjadi nanti setelah kematian, biarlah itu menjadi rahasia alam.

Kini aku lebih suka bergaul dengan mati, membuatnya sebagai sahabat, teman sejalan, sehingga kuharap bila saatnya tiba aku sudah sangat akrab dengannya.

Berusaha mewujudkan impianku sebelum mati kelak, untuk melihat dunia… Aku ingin mengetahui lebih banyak tentang “aku”. Menyelami tentang siapakah aku, apa artinya aku, mengapa dan untuk apa aku ada… Dan aku akan menuliskan semuanya untuk aku persembahkan bagi orang-orang yang merasa ”memilikiku”. Agar aku tetap ”ada”…

Dan aku ingin mati dalam kesendirianku, hingga bisa menikmati rasanya mati… dan menyambutnya dengan sebuah senyuman…