Archive for the ‘PUISI & PROSA’ Category

An Ode For My Very Finest…

Monday, September 15th, 2008

I love the smile
I love the glance
I heard the word
Not even spoke

I feel the beat
I feel the heat
Even it seem
So hard to hide

I respected the way it takes
Maybe it needs more time to spend
Even I feel my heart like bakes
Hope I will get the finest gain

For the confusion…
For the unsureness…
For the underestimation…
For the blindness…

Into very deep contemplation
Maybe towards another faithless
But I really sure in this direction
I’m in the shape of a fearless

I’ll try to be strong
In a weakness
I’ll try to be hard
In a softness
About the fight that I will learn
For my very finest I long to earn

I won’t regret
For what I’ll get
Cause I believe
For what deserve…

(Saturday, 13th Sept 2008)

PPT Jilid 2

Friday, September 5th, 2008

Azzam : “Kenapa kamu ga pernah tersenyum sama aku?”

Aya : “Aku tersenyum, hanya saja kamu tidak memperhatikan”

……….

Aya : “Cinta kamu terlalu kuat sehingga tidak memberi celah buat aku mengekspresikannya. Cintamu mebuat aku pasif”

Azam : “Kamu terlalu merendahkan diri kamu sendiri. Senyum kamu saja sudah membuat aku bermimpi dan berdoa setiap malam…”

Uhuuuyyyyyyyyyyy!!!!! :p

A REBELLING SOUL I HAVE…

Tuesday, September 2nd, 2008

This is a rebelling soul I have…

Don’t really know how it could be plant…

Can’t find since when it has been there…

 

When I live in the place full of light,

I missed the dark which forced me to fight…

 

When I feel very much happiness inside,

I search for the pain and the sharpness of a blade…

 

This is a rebelling soul I have…

I don’t know how it could be there…

I can’t understand where I should stand…

 

High and down there’s no differs

Right or false there no offers

 

Cause what I have…

Is just a rebelling soul…

AKU ADALAH GUNUNG

Monday, April 28th, 2008

Aku adalah gunung,

Yang menyebar benteng perlindungan dan pertahanan

Aku adalah gunung,

Yang meluahkan harap dan asa kefanaan

Yang dengannya kau mendapat secercah kehidupan

Yang dengannya kau mendapat secercah kebahagiaan

Yang dengannya kau mendapat secercah pengharapan

Yang dengannya kau mencicip sedikit kenikmatan

Yang dengannya kau mengecap sebentuk rengkuhan penuh ketulusan…

Namun…

Aku juga gunung,

Yang berdiri tegak, menjulang, angkuh dan tak tergoyahkan!

Aku juga gunung,

Dan tak kan kubiarkan sesiapa menjejaki aku dengan mudah!

Aku juga gunung,

Yang bisa membinasakan apa yang aku tak perkenankan!

Aku juga gunung,

Yang bisa meradang, menerjang bila tertoreh luka dan nista!

Aku juga gunung,

Yang didalamnya bergolak lava-lava pijar!

Yang dengannya bisa meluluh lantakkan apapun yang dilaluinya!

Yang dengannya bisa membakar tak bersisa hingga ke ujung-ujung saraf!

Yang dengannya bisa menggerus dan menggilas tanpa belas kasihan!

Yah… Aku adalah gunung…

Yang hidup dalam kesendirian dan keterasingan…

Ditengah keramaian dan keriaan…

SEBUAH CATATAN UNTUK TAKDIRKU

Monday, April 28th, 2008

Angin… Dia datang bagaikan angin,
Sejukkan hati dengan semilir,
Selimuti qalbu berjuta kasih,
Laksana berkah janji Ilahi…

Angan…
Biar kekal itu tak ada,
Ku tetap menyusun asa,
Untuk kita merajutnya bersama,
Hingga saat itu tiba…
Angin…
Kusadar suatu saat akan pergi,
Sebagai takdir yang hakiki,
Namun kita bisa memilin hari,
Sebagai bekal menuju Ilahi…

Sayangku…
Biarkan engkau menjadi pandu hidupku,
Biarkan aku mengikuti hari-harimu,
Biarkan doaku iringi tiap langkahmu,
Bilamana Dia mengizinkanku…
Ku tak dapat berjanji semua selalu indah,
Ku tak dapat berjanji semua akan sempurna,
Ku tak dapat berjanji semua seperti yang kau angankan,
Hanya satu yang aku tahu pasti, sayang…
Tuhan kan selalu ada dalam setiap bahagia dan lara…

RISAU…

Monday, April 28th, 2008

Risau ini…

Tak terkata risau hatiku saat ini,

Kala kucari dikau tak kutemui,

Kemanakah dirimu wahai pujaan hati,

Kuingin engkau disini…

Sayang…

Anganku melayang tak tentu arah,

Kadang menerawang menerjang jarak,

Seakan terbang ke tempatmu berada,

Namun semua hanya asa…

Hatiku rindu sayang…, Serasa tersayat sembilu, ngilu…

Hatiku meracau sayang…, Bertanya-tanya engkau kemana…

Hatiku menjerit sayang…, Berharap engkau akan mendengar…

Kadang kubenci rasa ini…, Kadang kubenci begini…

Namun harus kuakui…

Ketika engkau menyapa,

Ada selaksa menyentuh relung…, Sejuk…

Tak ada lagi risau…, Tak ada lagi racau…

Aku cinta rasa ini…, Aku cinta begini…

Biarlah…

Kurela risau ini datang lagi,

Bila kan mendatangkan selaksa…

Ku ikhlaskan semua rasa ini,

Sebagai anugerah dari Yang Maha Mencinta…

Hingga saatnya tiba…

A POEM FOR MY FRIENDS

Monday, April 28th, 2008

They come and go just like the wind
Make me sway and never stopped to swing

When the one goes, the other comes
Warming every single room in my heart like a summer breeze

They gave me wings to fly away
And never stopped to hope again

They gave me light to walk again
Showing the life that not yet end

To all the friends I’ve ever known
I grab you all in the heart I own

You may never thought about you’ve done
But you have made my body boned

Thank you dear to be part of my empty life
Becoming full and always coming bright

Bait Cinta untuk Sang Kekasih Azali

Thursday, April 17th, 2008

Ketika hati terpesona cinta haqiqi. Ketika nurani terpaku pada keindahan sejati. Ketika kebahagiaan fana mengabut kabur. Ketika diri ragawi mengerucut seumpama biji zarrah. Ketika bentuk badani menjadi alat pemuas nafsu Ilahiah.

Jiwa menjadi terbuncah oleh rasa rindu. Rindu akan peluk Sang Kekasih Sejati. Haus akan limpahan kasih sejati dari Sang Pencinta Sejati.

Tundukan hati… Tundukkan jiwa… Tundukkan raga… Dalam sujud terdalam untuk-Nya, Sang Kekasih Sejati, yang berjalan menghampiri manakala ku hanya melangkah selangkah saja menuju-Nya, dan berlari memburu jikala kuberjalan menuju-Nya…

Cintaku Sang Penguasa Azali… Tak ada kata yang mampu kuukir mewakili rasa rinduku akan diri-Mu. Engkaulah Yang Maha Tahu apa yang ada dalam qalbuku… Kasihku Sang Penguasa Semesta, cinta-Mu tertoreh dalam di raga ini. Terpatri membentuk sebuah dogma di dalam hati.

Kurasakan kini Engkau begitu dekat… Tak sabar jiwaku untuk mendekat… Menyesapi setiap tetes Rahmaan dan Rahiim-Mu. Menikmati cakar ke-Maha Digdayaan-Mu, ke-Maha Perkasaan-Mu, hanya padaku… Sebiji zarrah yang sekejap saja bisa hilang dihembus bayu, sebutir pasir di begitu luasnya pantai, sebuah gelembung di antara berjuta, bahkan bermilyar, bahkan tak terhingga buih di lautan lepas…

Ketidaktahudirianku ingin berteriak, “Segeralah rengkuh diriku dalam peluk-Mu, segeralah sambut diriku ‘tuk jadi kekasih-Mu, segeralah ambil jiwaku sebagai budak-Mu…” Namun, aku masih menyadari apakah diriku dihadapan-Mu… Hanyalah sebuah dosa yang berjalan dengan angkuh di pelataran karya-Mu…

Baiklah… Aku mungkin tak layak meminta semua… Ampunan-Mu sudah merupakan anugerah terindah bagi diriku… Sang insan yang belumur noda dan dosa… Robbanaa dzolamnaa anfusanaa wa illam taghfirlanaa watarhamnaa lanakuunannaa minal khoosiriin…

Bait Cinta untuk Sang Ksatria Hitam

Thursday, April 17th, 2008

Kelebat cambuk bertubi mendera jiwa
Setiap kali ia merangkai sapa
Bagai petir menyambar raga
Tiap kata menyimpan berjuta makna
Menggugah Iman yang tengah terlelap

Ooh Sang Ksatria Hitam
Tajam nian geletar cambuk yang mendera
Merajam jiwa yang hampir tak beriman
Mengoyak sejengkal demi sejengkal jelaga
Merontokkan sebutir demi sebutir karat yang lama berakar

Ooh Sang Ksatria Hitam
Sang Iman kini telah terjaga
Membuat jiwa yang dulu pekat… kelam… hitam… Mati…
Menjadi berdenyut… memerah darah… dan hidup kembali…

Namun tak kusangka engkau begitu tak berperi…
Sepotong hati telah kau curi!!!
Kau pergi setelah aku berserah diri tuk mengabdi
Tapi Kini…
Ku tak kan lagi terpuruk mati
Karena kau hidupkan yang lebih berarti
Kuikhlaskan sepotong hati yang kau curi
Sebagai mahar atas Iman yang hidup kembali

Sang Ksatria Hitamku…
Doaku kan senantiasa mengiringi gerak langkahmu
Dalam meraih cinta dan impianmu
Bersama dia pujaan hatimu
Thank you and I will always remember you…

Ketika Insan Dahaga Mencari Makna

Thursday, April 17th, 2008

Aku… Sang Insan Dahaga yang tengah mencari makna
Terombang-ambing dalam gelora jiwa yang membara
Terseok dalam keterasingan nurani dan kegalauan
Terlalu pekat bahkan semakin gelap kian terasa
Tak setitik dian menyempurnakan lentera
Menuju kemurnian dan keterisian jiwa
Semua hanyalah hampa…

Wahai Sang Maha Pencipta…
Aku Insan yang jaaaaaauuuuhhh dari sempurna
Bahkan mungkin tak layak dipanggil hamba
Sungguh aku Insan penuh celaka
Tak pernah bisa mengerti samara fana
Tak pernah bisa berhenti menyitir akal
Berkali tersaruk dan jatuh dalam tanya tak terjawabkan
Biar bertubi Engkau kirim obor penerang jiwa

Wahai Sang Maha Penerang Nurani…
Begitu terkutukkah jiwa Insan Fakir ini?
Hingga badai selalu menghembus dian setiap kali menghampiri…

Wahai Sang Maha Pencerah Qolbu…
Sang Insan butuh peluk cinta-Mu…
Sang Insan rindu belaian kasih-Mu…
Sang Insan mendamba dekapan hangat-Mu…

Semakin berkobar Sang Insan berkoar,
Semakin bertalu Kalamullah Engkau gemakan
Dan… Ni’mat apalagikah (dari-Ku) yang engkau dustakan???
Dan… Ni’mat apalagikah (dari-Ku) yang engkau dustakan???
Dan… Ni’mat apalagikah (dari-Ku) yang engkau dustakan???

Oooohh Sang Maha Pengampun…
Maafkan kekerdilan Sang Insan memahami hakikat hidup…
Maafkanlah kejahilan Sang Insan memaknai petunjuk dari-Mu…
Maafkan ketinggian hati Sang Insan tak mensyukuri ni’mat tak terhitung yang mengguyur setiap waktu…
Sang Insan sungguuuuhhhhhhh meminta ampunan-Mu…
Sang Insan sungguuuuhhhhhhh meminta ampunan-Mu…
Sang Insan sungguuuuhhhhhhh meminta ampunan-Mu…
Astaghfirullaahal ‘Aziiim…
Astaghfirullaahal ‘Aziiim…
Astaghfirullaahal ‘Aziiim…

Aku… Sang Insan yang mudah tergoyah
Hanyalah memohon pelita jiwa penyempurna lentera
Pembimbing menuju makna hakiki keterisian jiwa
Yang membantu menyirami setiap inci relung-relung dahaga
Membuat gelap menjadi luluh… Lantak…
Berganti cahaya… Menuju keridloan Sang Penguasa Semesta…

Semoga Engkau sudi mendengar…
Semoga Engkau sudi menjawab…
Permohonan Sang Insan Dahaga yang tengah mencari makna
Sebelum akhirnya ia meranggas…
Menjadi raga tak bermakna…
Na’uzubillah, Tsumma Na’uzubillah…