Archive for the ‘Resensi Buku & Film’ Category
Aha! Gw baru aja nonton film King! Seorang temen gw berkomentar agak miring sebelom film ini beneran tayang. Katanya, hasilnya pasti kayak film2 “juara” biasa. Terlalu mudah diprediksi, datang dari “arus bawah”, berjuang, dan menang hehehe…
Ga bisa disalahin siy, ya emang begitu bukan seharusnya film motivasi? Klu udah berjuang trus akhirnya kalah bahkan mati, gimana bisa memotivasi? :p
Gw, secara pribadi, memang sudah menunggu2 tanggal mainnya. Apalagi sebelumnya telah menonton sedikit cuplikannya dan juga menonton karya Alenia yang lalu Denias Senandung Diatas Awan. Gw tahu akan mendapat “sesuatu” dari film ini.
Gw nonton bukan cuma ingin melihat benang merah vini vidi vici nya aja, tapi proses dan pengemasannya apakah berhasil atau tidak menjadi sebuah film motivasi.
So, kesimpulannya, buat gw, film ini bagus sekali! Apalagi timing-nya tepat sekali pas liburan anak sekolah. Tidaklah berlebihan klo gw bilang, sukses membawa penonton pada euforia “zaman baheula” di masa2 kejayaan atlet bulutangkis Indonesia.
Gw suka cast-nya, buat gw passsss bangettt! Masing2 membawakan karakternya dengan kuat dan saling mendukung. Padahal beberapa adalah pemain baru yang bahkan bukan berlatar belakang aktor.
Dan gw beri acungan jempol buat Rangga Aditya (Guntur) yang notabene seorang atlit bulutangkis junior (di casting dari Pelatnas), tapi bisa begitu ngeblend dengan tokoh yang diperankannya. Ga kaku sama sekali!
Dari segi cerita, film ini bener2 Indonesia banget! Kenapa gw bilang begitu? Karena gw sendiri juga mengalami beberapa adegan yang muncul di film ini.
Bagaimana dulu gw nonton pertandingan bulutangkis di TV sampe tereak2 dan loncat2 saking exciting-nya.
Bagaimana gw main bulutangkis dengan memakai alat seadanya, kadang pake raket centong nasi, kadang pake raket tutup panci! Sampe itu kock dah ga macam kock lagi karena bulunya abis tinggal pentulnya doank! Hahaha…
Bagaimana terharunya melihat para atlet menangis ketika lagu Indonesia Raya dikumandangkan, inget banget waktu Susi Susanti nangis di podium kehormatan untuk peraih medali emas Olimpiade Atlanta… Hiks…
Apalagi, dengan munculnya cameo2 macam Lim Swie King, Heryanto Arbi, Minarti Timur, Hastomo Arbi dll. Bener2 nostalgila!!!
Semoga dengan film ini, bibit2 baru bisa bener2 termotivasi untuk kembali meraih kejayaan seperti para pendahulunya…
I give this movie five stars!
Directed by: Danny Boyle
Cast: Dev Patel, Irrfan Khan, Madhur Mittal, Freida Pinto, Anil Kapoor
Duration: 120 min
Film yang bersetting di Mumbai India ini disuguhkan dengan alur maju mundur dengan cast aktor2 Bollywood, biarpun yang memproduksinya adalah film British. Menceritakan tentang seorang remaja pria “tak diperhitungkan” (karena hanya seorang Chai-Walla/Pengantar Teh uneducated yang berasal dari tempat kumuh pula) bernama Jamal Malik, yang memenangkan hadiah tertinggi dari sebuah kuis prestisius dan brainfull bertajuk Who Wants to be A Millionaire.
Jamal Malik dianggap tidak layak memenangkan kuis tersebut, dan dituduh melakukan kecurangan hingga dia harus ditangkap ketika hampir sampai di posisi puncak. Dia dipaksa mengakui bahwa dia memang berbuat curang. Berkali2 interogator”bertanya” (dengan dibantu alat setrum dan pukulan),
“Mengapa you bisa jawab pertanyaan2 itu?!”
Dia cuma menjawab,
“Karena saya tahu jawabannya…”
Penasaran bagaimana Jamal Malik bisa menjawab semua pertanyaan-pertanyaan tersebut yang notabene berkorelasi dengan seluruh kisah hidupnya selama 18 tahun????
Silakan tonton filmnya hehehehe… Isinya completely entertaining, bisa bikin ketawa, tegang, sedih, sebel dan kaget (yang ini gara2 audionya kekencengan kali ye hehehhee…)
Pesan yang bisa penulis tangkap dari film ini adalah :
Jangan pernah “mengecilkan” seseorang apalagi hanya dengan mengukur dari permukaannya saja. Dengan “mengecilkan” orang lain justru akan lebih jelas kelihatan kerdilnya kita. Pengetahuan tidak hanya diukur dari gelar yang berenteng didepan dan belakang nama, tapi pengalaman hidup yang disikapi dengan bijaksana jauh lebih mengakar dan menempel bagaikan benalu. Menjadikan manusia lebih manusiawi.
And I give it definitely five stars!
Udah ada yang nonton “AUSTRALIA” ?
Comment gw : Really Recommended! MUST SEEN MOVIE
Bersetting sekitar era PD 2 di Australia, film ini menyoroti “invasi” kulit putih (baca: Bangsa Inggris) di tanah Aborigin dan dominasi penguasaan peternakan sapi di sana beserta romantikanya.
Durasi yang panjang tidak terasa dengan penyiasatan alur yang naik turun, sehingga dalam durasi 165 menit kita disuguhi beberapa kali klimaks. Brilliant!
Mau lengkapnya, nonton aja filmnya hehehehe… Klo kebanyakan diceritain ntar jadi spoiler dech :p
Directed by: Baz Luhrmann
Cast: Nicole Kidman, Hugh Jackman, Bryan Brown, David Wenham, Bill Hunter, Essie Davis
Kemaren JIFFEST hari terakhir, sempet nonton satu pelem JEPANG karya KIYOSHI KUROSAWA berjudul TOKYO SONATA.
Film yang unik, menyoroti sisi lain “wajah” negeri matahari terbit. Drama satir dengan dialog dan penterjemahan karakter yang agak aneh buat gw, mungkin karena perbedaan kultur.
Semua karakter saling mendukung dan menguatkan. Gw paling suka aktingnya TERUYUKI KAGAWA, dan ide Kurosawa menyoroti kelakuan orang2 unemployed di Jepang sono. Sampe bela-belain nyetel HP supaya berdering beberapa kali sehari biar keliatan sibuk haha…
Scene-scene yang sebenernya tragis, tapi dengan brilian mampu membuat penonton tertawa.
FOR ME, IT’S A GREAT MOVIE INDEED…
Yang paling penting… YUU KOYANAGI nya kewrrreeeeeeeeennn aaaabbbbiiiiiiiisssssssssssssssssssshhhhhhh!!!!!
Richard Gere
Claire Danes
KaDee Strickland
Gw kasiy pelem ini Lima Bintang! Bagus Bangeueueuueuuuuuuutttttt!!! Ga nyangka akhirnya bakal begitu.
Ceritanya berkisar sekitar Errol Babbage (Richard Gere) seorang pekerja sosial (department of public safety) yang sangat loyal, berdedikasi sehingga malah cenderung hypervigilance dan tenggelam terlalu dalam pada masalah klien-kliennya, keluarga korban kekerasan seksual (karena kebanyakan korban tak ditemukan alias menghilang atau diketemukan dalam keadaan meninggal mengenaskan).
Karena itulah dia dipecat dari pekerjaannya dan ditugasi mentraining penggantinya perempuan muda bernama Allison Lowry (Claire Danes) sebelum check out.
Errol men-training Allison dengan sangat keras dalam rentang waktu yang sangat singkat yang ia punyai. Yang kebetulan pula sedang ada kasus baru menghilangnya seorang gadis muda berumur 17 tahun, Harriet Wells. Depresi yang berlebihan karena obsesi memecahkan kasus membuat Errol melakukan kekerasan dan hal yang agak2 ridiculous terhadap tersangka bahkan (yang dalam pandangannya sebagai) korbannya.
Banyak pelajaran mengenai psikologi didalamnya. Membawa penonton terbawa bersama alur cerita yang menghanyutkan sekaligus menegangkan tanpa harus menabur banyak sound yang mengaget-ngagetkan penonton. Alurnya smooth dan agak sulit dicerna apalagi klo ga pake subtitle heheheheee… Silakan tonton!!! Really recommended!!!
MOVIE
Bangku bioskop ga penuh, bahkan ada beberapa penonton yang out sebelum filmnya selese. Tapi buat gw, film ini gw kasih rate ***** !!!!
Film ini berkisah tentang penyelamatan anak-anak korban perang bersetting di China Era Perang Dunia keII. Dengan brilliant, EFHS membawa gw untuk menghayati kengerian, kekejaman, penderitaan, namun tak lupa menyelipkan arti kasih sayang dan cinta antar sesama manusia dalam sebuah peperangan.
Tak mengobral paparan lelehan air mata para pemain, namun mampu menyentuh bahkan menghunjam relung sanubari tentang sebuah arti kemanusiaan. Bahkan hanya dengan pameran ekspresi tanpa kata-kata. Kedekatan antara George Hogg (Jonathan Rhys Meyers) dan anak-anak itu begitu terlihat nyata dan menyentuh.
Yah… lumayan bikin mata bengkak buat gw yang gampang banget bercucuran airmata hehehehe… Keluar bioskop nunduk terussssssss :p
Pemain: George Hogg (Jonathan Rhys Meyers), Jack Chen (Chow Yun-Fat), Lee Pearson (Radha Mitchell), Mrs. Wang (Michelle Yeoh)
Inspiring thing : When there is a will, there is a way. Tak ada yang tak mungkin bila kita mau berusaha. Dan satu yang pasti,
STOP WAR!!!!! NOTHING GREAT WE CAN GET FROM IT BESIDES MISERY AND DISASTER!!!!! Just spread peace, pls….
Buat gw, membaca buku (baca:novel) dan menonton film adalah kegiatan yang sakral. Dimana konsentrasi terfokus penuh disertai penghayatan mendalam untuk mencerna setiap huruf, kata, kalimat, adegan yang tersurat maupun tersirat didalamnya bahkan memiliki kecenderungan menjadi autis ketika melakukannya. Novel dan film memberi gw banyak pelajaran hidup, seakan membawa gw larut dalam setiap kisah.
Favorit gw adalah film dan novel yang full of inspiration, filsafat hidup, much better klo diilhami dari sebuah kisah nyata, seperti film-filmnya Tom Hanks (Philadelphia, Forrest Gump, You’ve got mail), Robbin Williams (Patch Adam, Good Will Hunting, Bicentennial Man, Jack), Russel Crow (A Beautiful Mind, American Gangster dengan Denzel Washington), Will Smith (The Pursuit of Happyness) de el el… Banyak yang lain, dah lupa hehehhee…
Klo bukunya, yang gw favoritin kebanyakan yang agak-agak berbau psikologi tapi ga nutup kemungkinan jg baca genre yang lain, kayak Supernova : Akar, 24 wajah Billy, Sybill, novel-novel karya Paulo Coelho, Middlesex, Balada Si Roy, 5 cm, Kionelle, Ayat-ayat Cinta, Tetraloginya Andrea Hirata, de el el… Yang ngocol2 gokil juga suka, tapi jangan yg garinks…
Oks deiy mulai sekarang gw bakal ngereview buku or film yang gw baca or tonton disertai rate versi gw,
* Hmmm… Not recommended
** Oke dech buat hiburan doank
*** Lumayan, ada yang bisa “dipetik”
**** Wahhh Bagusssyyyy, recommended
***** Bagus bangeeeeuuuuuuuuddddt, must see movie