Mungkin banyak orang berfikir bahwa pegawai yang menghabiskan banyak waktu berada dikantor adalah pegawai teladan yang berdedikasi tinggi dan meluangkan seluruh waktunya demi kemajuan perusahaan. Pemikiran seperti ini tidaklah salah, tapi tidak juga sepenuhnya benar. Bagi saya pribadi, menemui situasi seperti ini, justru harus diwaspadai. Mengapa demikian? Berikut pengamatan dan pemikiran berdasarkan pengalaman yg saya alami sendiri.
Seorang pegawai meluangkan banyak waktu demikian lama berada dikantor karena beberapa kemungkinan,
1. Pekerjaan yang dibebankan terlalu banyak dan tidak sesuai dengan kapasitas kerja normal. Pembebanan pekerjaan diluar batas kapasitas normal berbahaya bagi perusahaan. Mengapa demikian? Pegawai yang bekerja terlalu keras, sampai mungkin tidak sempat istirahat akan menghasilkan hasil kerja yg tidak maksimal bahkan cenderung tidak bisa dipertanggung jawabkan. Apalagi bila pekerjaan tersebut berhubungan dengan tenggat waktu dan target tertentu. Hal ini bisa diindikasikan dengan banyaknya produk output error dan pegawai rentan terkena sakit (biasanya penyakit yg berhubungan dengan organ pencernaan diakibatkan stress yang memicu produksi asam lambung tinggi).
Solusi : Menambah pegawai.
2. Pegawai bekerja dengan tidak efisien dan efektif. Hal ini bisa terjadi bila pegawai tidak kompeten di bidangnya, atau tidak dapat memanfaatkan alat bantu kerjanya secara optimal. Sehingga, banyak pekerjaan yang seharusnya bisa dilakukan dengan cepat, namun karena keterbatasan pengetahuan dilakukan dengan waktu yang lama.
Solusi : Training/Pelatihan.
3. Ada kecengan di kantor heheheheee… Mulai dech ngelantur :p
Bagi para pegawai, ada sedikit pengalaman yang ingin saya bagikan. Bila Anda tidak merasa pintar ataupun cerdas, jadilah orang yang banyak tahu. Tambah terus pengetahuan Anda, entah dari membaca, mendengar, bertanya dan yang lebih cepat adalah learning by doing. Jangan segan-segan untuk melakukan hal yang baru untuk menopang pekerjaan Anda. Cobalah, cobalah dan tetap mencoba. Kesalahan memberi Anda pembelajaran tentang sesuatu yang benar. Jangan pernah menciut karena jawaban-jawaban yang tak bersahabat ketika Anda bertanya. Jadikan itu sebagai penyemangat bahwa Anda akan berusaha lebih banyak lagi tahu agar tidak perlu banyak bertanya. Dan satu lagi yang mungkin banyak orang tak menyukai hal ini, jadilah orang yang banyak manfaatnya. Buat diri Anda bermanfaat bagi orang lain, jangan pernah merasa Anda “dimanfaatkan”. Mungkin saat ini Anda tidak merasa, tetapi suatu saat Anda akan merasakan, bahwa manfaat yang ada pada diri Anda adalah nilai tambah bagi Anda. Orang yang banyak manfaatnya lebih “bernilai” daripada orang yg kurang manfaatnya. Anda secara tidak sadar telah meningkatkan kualitas mutu diri Anda. Sehingga pada akhirnya nanti, bukan Anda yang mencari rejeki tapi rejeki yang menghampiri Anda.
Jadikan tempat bekerja Anda sebagai rumah kedua, jangan perlakukan kantor seperti entitas luar dari lingkungan pribadi Anda. Buat lingkungan kerja senyaman mungkin. Karena lingkungan kerja yang nyaman adalah untuk diciptakan, dan mulailah dari diri Anda sendiri.Buat rekan kerja sebagai saudara sepenanggungan, lakukan pendekatan one on one relationship (cieeee kayak kuliah database hehehe…) untuk lebih mengenal karakter rekan sekerja Anda. Rangkul rekan2 kerja Anda untuk bekerja bersama-sama. Karena bagaimanapun maju mundurnya tempat bekerja Anda berdampak pada diri Anda sendiri. Jadi, berikan yang terbaik untuk tempat bekerja Anda. Satu yang saya pesan, jangan pula terlalu berlebihan menaikkan sense of belonging Anda terhadap perusahaan, sampe barang perusahaan juga diembat hihihihiiii… Ngelantur lagiii…. :p
Terakhir, jangan lupa untuk beristirahat. Jangan membiasakan diri membawa pekerjaan kantor ke rumah. Biarkan tubuh dan fikiran Anda beristirahat dan “bersenang-senang” setelah seharian bekerja. Sehingga esok hari Anda fresh lagi memulai hari Anda.
Baiklah, sekian artikel sok tau yang diambil dari sumber tak jelas ini. Isi artikel bukan menjadi tanggung jawab penulis hehehehe…