Archive for the ‘MANAJEMEN’ Category

Leadership Is Not About Position, But An Attitude

Wednesday, May 14th, 2008

Ya, ini saya baca di sebuah artikel majalah beberapa waktu yang baru lalu. Katanya, leadership (kepemimpinan) bukan berhubungan dengan jabatan melainkan sifat individunya. Siapa saja bisa memiliki sifat ini biarpun Anda bukan seorang yang memiliki jabatan.

Orang yang memiliki sifat pemimpin ditandai dengan cara kerja yang terorganisir dengan rapi, setiap pekerjaan didukung oleh tahap-tahap prosedur untuk mencapai sebuah target tertentu, dan pandai mengevaluasi hasilnya. Tak perlu ada “mandor” yang mengawasi dia akan melakukan pekerjaan sesuai tanggung jawabny. Penuh inisiatif, dan bersikap membimbing.

Sifat pemimpin sangat tidak bisa disetarakan dengan “bossy”. “Bossy” lebih cenderung pada sifat kekanakkan yang membutuhkan pengakuan lingkungan tentang level/tingkatan sang individu di lingkungan tersebut. Sikap “bossy” ditandai dengan rasa ingin menang sendiri (tanpa memiliki argumen pembenar yang jelas), pandai menyuruh/mengintimidasi (tanpa melihat siapa yang bertanggung jawab), dan bila terjadi suatu masalah biasanya angkat tangan, cuci tangan bersih-bersih dan menunjuk orang lain sebagai pelaku utama. Berbeda dengan seorang yang berjiwa leadership, dia akan lebih cenderung melihat kepada inti masalah dan pencarian solusi daripada menyelidiki siapa yang salah (problem solver).

Kebalikan dari sifat leadership adalah “krocoist” (hahhahaa… bikin istilah sendiri). “Krocoist” adalah mental inlander warisan penjajahan selama berabad-abad (emang bisa? Wong yang dijajah nenek moyang kok bukan generasi yang ada sekarang :p)

Mental “krocoist” selalu berada di garda paling belakang, berusaha untuk invisible, pasif, melakukan tanggung jawab hanya bila ada “mandor”, dan biasanya “klop” berada dekat orang yang bersifat “bossy”. “Bossy” pandai menyuruh, “krocoist” musti selalu disuruh hehehhee…. klop kan? :p

Silakan menilai, diri Anda termasuk kepada kelompok yang mana. Selamat merenung dan memperbaiki diri ;)

Responsibility and Rewards

Tuesday, April 1st, 2008

Responsibility and rewards, however, are connected really tight to each other. This two points are very much sensitive issue in managerial. Well, in my experience, I saw so many potential employees decided to go just because of the feeling “unwell treatment”. They were thought that they’re not treated properly as it should. The responsibility they carried in their back was much more big than the rewards they got. Very unbalance.

So, what should management do due to this critical matter? I think it’s only needed a sharpen eye of the management to see, a sharpen ear to hear and a wide open heart to feel (baca:peka). As management, we must have an ability to count. To count what? Balancing responsibility and rewards. How? These are the big points,

Quote:
Firstly, management must know each employee responsibility, how they do that, and how good does the result. It’s not necessary to know all clerical matter, but knowing procedures (SOP) the employee should through to breed an informative report is a must. At least an understanding about the scheme of input–>process–>output. This knowledge gave management some points of how hard does each employee work and how effective and efficient does the process.
The second, make an evaluation term to see the progress of each employee and make the dialog (I really mean both side conversation) between management and employee about the evaluation result.
The third, giving reward

Now, what kind of rewards management should give to “the right employee”? As we all know, in business world (read:capitalist) all thing count by money, that can’t be denied. So does in rewards, most of it using money as the parameter. These are kinds of rewards,

1. Raising salary
2. Giving bonuses, this kind of reward is suit to a company which have core in project job
3. Allowance
4. Promotion
5. Warning
6. Punishment

My one big note from this whole article is,

Quote:
NEVER MAKE AN EQUALIZATION TO EACH EMPLOYEE AS A FAIRNESS. DIFFERENCES (I mean the health and fair one based on a smart evaluation) ARE GOOD TO PUMP EMPLOYEE’S SPIRIT TO WORK HARDER AND GET THE BETTER REWARDS. MAKE EMPLOYEES AS AN ASSET, CAUSE IT’S AN ENGINE TO TAKE THE COMPANY TO BE GROW BIG AND MUCH BIGGER EVERY DAY

(Satu lagi artikel sok tau from a pinhead hehehehe…)

WORKING HARD, WORKING SMART

Friday, March 14th, 2008

Mungkin banyak orang berfikir bahwa pegawai yang menghabiskan banyak waktu berada dikantor adalah pegawai teladan yang berdedikasi tinggi dan meluangkan seluruh waktunya demi kemajuan perusahaan. Pemikiran seperti ini tidaklah salah, tapi tidak juga sepenuhnya benar. Bagi saya pribadi, menemui situasi seperti ini, justru harus diwaspadai. Mengapa demikian? Berikut pengamatan dan pemikiran berdasarkan pengalaman yg saya alami sendiri.

Seorang pegawai meluangkan banyak waktu demikian lama berada dikantor karena beberapa kemungkinan,

1. Pekerjaan yang dibebankan terlalu banyak dan tidak sesuai dengan kapasitas kerja normal. Pembebanan pekerjaan diluar batas kapasitas normal berbahaya bagi perusahaan. Mengapa demikian? Pegawai yang bekerja terlalu keras, sampai mungkin tidak sempat istirahat akan menghasilkan hasil kerja yg tidak maksimal bahkan cenderung tidak bisa dipertanggung jawabkan. Apalagi bila pekerjaan tersebut berhubungan dengan tenggat waktu dan target tertentu. Hal ini bisa diindikasikan dengan banyaknya produk output error dan pegawai rentan terkena sakit (biasanya penyakit yg berhubungan dengan organ pencernaan diakibatkan stress yang memicu produksi asam lambung tinggi).
Solusi : Menambah pegawai.

2. Pegawai bekerja dengan tidak efisien dan efektif. Hal ini bisa terjadi bila pegawai tidak kompeten di bidangnya, atau tidak dapat memanfaatkan alat bantu kerjanya secara optimal. Sehingga, banyak pekerjaan yang seharusnya bisa dilakukan dengan cepat, namun karena keterbatasan pengetahuan dilakukan dengan waktu yang lama.
Solusi : Training/Pelatihan.

3. Ada kecengan di kantor heheheheee… Mulai dech ngelantur :p

Bagi para pegawai, ada sedikit pengalaman yang ingin saya bagikan. Bila Anda tidak merasa pintar ataupun cerdas, jadilah orang yang banyak tahu. Tambah terus pengetahuan Anda, entah dari membaca, mendengar, bertanya dan yang lebih cepat adalah learning by doing. Jangan segan-segan untuk melakukan hal yang baru untuk menopang pekerjaan Anda. Cobalah, cobalah dan tetap mencoba. Kesalahan memberi Anda pembelajaran tentang sesuatu yang benar. Jangan pernah menciut karena jawaban-jawaban yang tak bersahabat ketika Anda bertanya. Jadikan itu sebagai penyemangat bahwa Anda akan berusaha lebih banyak lagi tahu agar tidak perlu banyak bertanya. Dan satu lagi yang mungkin banyak orang tak menyukai hal ini, jadilah orang yang banyak manfaatnya. Buat diri Anda bermanfaat bagi orang lain, jangan pernah merasa Anda “dimanfaatkan”. Mungkin saat ini Anda tidak merasa, tetapi suatu saat Anda akan merasakan, bahwa manfaat yang ada pada diri Anda adalah nilai tambah bagi Anda. Orang yang banyak manfaatnya lebih “bernilai” daripada orang yg kurang manfaatnya. Anda secara tidak sadar telah meningkatkan kualitas mutu diri Anda. Sehingga pada akhirnya nanti, bukan Anda yang mencari rejeki tapi rejeki yang menghampiri Anda.

Jadikan tempat bekerja Anda sebagai rumah kedua, jangan perlakukan kantor seperti entitas luar dari lingkungan pribadi Anda. Buat lingkungan kerja senyaman mungkin. Karena lingkungan kerja yang nyaman adalah untuk diciptakan, dan mulailah dari diri Anda sendiri.Buat rekan kerja sebagai saudara sepenanggungan, lakukan pendekatan one on one relationship (cieeee kayak kuliah database hehehe…) untuk lebih mengenal karakter rekan sekerja Anda. Rangkul rekan2 kerja Anda untuk bekerja bersama-sama. Karena bagaimanapun maju mundurnya tempat bekerja Anda berdampak pada diri Anda sendiri. Jadi, berikan yang terbaik untuk tempat bekerja Anda. Satu yang saya pesan, jangan pula terlalu berlebihan menaikkan sense of belonging Anda terhadap perusahaan, sampe barang perusahaan juga diembat hihihihiiii… Ngelantur lagiii…. :p

Terakhir, jangan lupa untuk beristirahat. Jangan membiasakan diri membawa pekerjaan kantor ke rumah. Biarkan tubuh dan fikiran Anda beristirahat dan “bersenang-senang” setelah seharian bekerja. Sehingga esok hari Anda fresh lagi memulai hari Anda.

Baiklah, sekian artikel sok tau yang diambil dari sumber tak jelas ini. Isi artikel bukan menjadi tanggung jawab penulis hehehehe…