Akan Jadi Apakah Indonesiaku…?

Mungkin terlalu dalam, terlalu besar yang aku pikirkan pagi ini dalam sebuah kepala yang begitu kecil, dalam otak yang begitu kerdil…

Tuhanku, hari ini aku sedih, pilu, pedihhhh sekali… Hanya karena melihat seraut wajah seorang ibu. Tak banyak orang yang memperhatikannya, bahkan mungkin hanya aku seorang yang sekilas saja melirik… Wajah tirusnya, tatapan nanarnya, kepasrahannya… mungkin juga rasa frustrasinya… menghadapi hidup yang semakin memberinya beban teramat berat.

Kulihat matanya begitu terkoyak memandang dunia… Kulihat dadanya sesak menghirup kehidupan… Kulihat matanya kering dan hampa… Tak ada airmata…

Ada apakah dengan dunia ini Tuhan…? Tak cukupkah keserakahan untuk dituntaskan saja…? Tidakkah ini saatnya tangan-Mu untuk terulur bagi tangan-tangan rapuh serupa tulang berbalut kulit hitam  keriput nan legam… Bergetar…

Apa yang bisa aku lakukan untuk mereka Tuhan…?

Aku tertawa dalam hati… Ya, apa yang sudah engkau lakukan?! Kataku pada diriku sendiri. Berteriak mencibir, atas keegoisanku sendiri.  Untuk apa bila hanya bisa bersedih untuk mereka?! Untuk apa bila hanya bisa meratapi nasib mereka?! Untuk apa bila setiap hari kau hanya bersenang-senang memenuhi perut buncitmu?! Menjejali mata dan hatimu dengan kefoya-foyaan?! Binar-binar semu…

Sedihmu hanyalah sampai disitu… hanya sebatas kata-kata munafik! Kau tak lebih dari tikus-tikus koruptor itu yang bergembira ria di atas penderitaan mereka!

Tuhanku… Aku harus berubah…

Leave a Reply