Bait Cinta untuk Sang Kekasih Azali
Ketika hati terpesona cinta haqiqi. Ketika nurani terpaku pada keindahan sejati. Ketika kebahagiaan fana mengabut kabur. Ketika diri ragawi mengerucut seumpama biji zarrah. Ketika bentuk badani menjadi alat pemuas nafsu Ilahiah.
Jiwa menjadi terbuncah oleh rasa rindu. Rindu akan peluk Sang Kekasih Sejati. Haus akan limpahan kasih sejati dari Sang Pencinta Sejati.
Tundukan hati… Tundukkan jiwa… Tundukkan raga… Dalam sujud terdalam untuk-Nya, Sang Kekasih Sejati, yang berjalan menghampiri manakala ku hanya melangkah selangkah saja menuju-Nya, dan berlari memburu jikala kuberjalan menuju-Nya…
Cintaku Sang Penguasa Azali… Tak ada kata yang mampu kuukir mewakili rasa rinduku akan diri-Mu. Engkaulah Yang Maha Tahu apa yang ada dalam qalbuku… Kasihku Sang Penguasa Semesta, cinta-Mu tertoreh dalam di raga ini. Terpatri membentuk sebuah dogma di dalam hati.
Kurasakan kini Engkau begitu dekat… Tak sabar jiwaku untuk mendekat… Menyesapi setiap tetes Rahmaan dan Rahiim-Mu. Menikmati cakar ke-Maha Digdayaan-Mu, ke-Maha Perkasaan-Mu, hanya padaku… Sebiji zarrah yang sekejap saja bisa hilang dihembus bayu, sebutir pasir di begitu luasnya pantai, sebuah gelembung di antara berjuta, bahkan bermilyar, bahkan tak terhingga buih di lautan lepas…
Ketidaktahudirianku ingin berteriak, “Segeralah rengkuh diriku dalam peluk-Mu, segeralah sambut diriku ‘tuk jadi kekasih-Mu, segeralah ambil jiwaku sebagai budak-Mu…” Namun, aku masih menyadari apakah diriku dihadapan-Mu… Hanyalah sebuah dosa yang berjalan dengan angkuh di pelataran karya-Mu…
Baiklah… Aku mungkin tak layak meminta semua… Ampunan-Mu sudah merupakan anugerah terindah bagi diriku… Sang insan yang belumur noda dan dosa… Robbanaa dzolamnaa anfusanaa wa illam taghfirlanaa watarhamnaa lanakuunannaa minal khoosiriin…
May 20th, 2008 at 1:49 am
Hello my friends

May 22nd, 2008 at 7:41 am
Hello… Thanks for coming by…